Penggunaan Kata Antonim Dalam Kalimat – Kali ini sya akan menjelaskan mengenai penggunaan kata antonim dalam kalimat. Calving interval adalah jangka waktu yang dihitung dari tanggal seekor sapi perah beranak sampai beranak berikutnya atau jarak antara dua kelahiran yang berurutan. Calving interval di dalam usaha peternakan sapi perah merupakan komponen utama yang harus diperhatikan dalam manajemen induk agar efisiensi reproduksi dan ekonomi dapat tercapai. Calving interval sapi FH di PT UPBS dapat dilihat pada Gambar 4.4. Rata-rata calving interval dari 92 sapi FH di PT UPBS pada tingkat laktasi pertama adalah 391,61 hari, pada laktasi kedua 388,10 hari, pada laktasi ketiga 417,01 hari, dan 401,53.

Penggunaan Kata Antonim Dalam Kalimat

Dalam sebuah kalimat terdapat kata antonim dengan berbagai variasi. Hari pada laktasi keempat dengan total rata-rata 399,56 hari. Rata-rata tersebut mengindikasikan bahwa calving interval di PT UPBS termasuk dalam kategori cukup baik, hal ini sesuai dengan pendapat Varner, et al. (2009) bahwa calving interval masih berada dalam kondisi cukup baik jika berada pada kisaran 396 sampai 405 hari. Berdasarkan analisis data statistika yang tersaji pada Gambar 4.5 menunjukkan pola garis yang naik, artinya hubungan antara variabel tingkat laktasi dan post partum matting adalah positif, yaitu dengan adanya kenaikan tingkat.

Laktasi akan berakibat pada penurunan performa reproduksi yang ditandai dengan semakin panjangnya post partum matting. Tingkat laktasi sebagai variabel X dan post partum matting sebagai variabel Y dengan persamaan linear Y= 1,156x + 65,62 yang artinya post partum matting diprediksi sebesar 1,156 kali dari tingkat laktasi ditambah konstanta sebesar 65,62. Nilai r2 sebesar 0,002 merupakan nilai kuadrat dari koefisien korelasi antara tingkat laktasi dengan post partum matting. Besarnya nilai korelasi kata antonim antara tingkat laktasi dengan post partum matting adalah 0,0447 termasuk kriteria korelasi sangat lemah, dengan nilai koefisien determinasi sebesar.
0,2% yang artinya tingkat laktasi berperan sebesar 0,2% terhadap post partum matting sapi FH di PT UPBS.

Berdasarkan analisis data statistika yang tersaji pada Gambar 4.6 menunjukkan pola garis yang menurun, artinya hubungan antara variabel tingkat laktasi dan S/C adalah negatif, yaitu dengan adanya kenaikan tingkat laktasi akan berakibat pada penurunan nilai S/C. Tingkat laktasi sebagai variabel X dan S/C sebagai variabel Y dengan persamaan linear Y= -0,0989x + 3,3913 yang artinya S/C diprediksi sebesar -0,0989 kali dari tingkat laktasi ditambah konstanta sebesar 3,3913. Demikianlah penjelasan kata antonim.