Penggunaan Teks Anekdot Dalam Proposal Peternakan

Penggunaan Teks Anekdot Dalam Proposal Peternakan – Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan mengenai penggunaan teks anekdot dalam proposal peternakan. Menurut Suyitman (2014), pemberian pupuk kandang yang mengandung unsur hara makro dan mikro yang lengkap sudah bisa mencukupi kebutuhan pertumbuhan dari rumput raja. Pupuk kandang ternak merupakan salah satu jenis pupuk organik yang pemanfaatannya dapat langsung dari kandang ke lahan tanaman dapat meningkatkan produksi tanaman (Astuti, 2005). Pupuk dari kotoran sapi potong yang mengalir dari kandang, dalam aplikasinya menurut Eck, dkk (1990) melalui teknis pengairan dapat menambah hara tanah dan meningkatkan produksi tanaman.

Penggunaan Teks Anekdot Dalam Proposal Peternakan

Dalam proposal ini memang terdapat teks anekdot yang disusun dengan kaidah kebahasaan yang berlaku. Selama hidupnya tanaman mengalami tiga masa pertumbuhan, yaitu : masa perkecambahan, pertumbuhan vegetatif dan masa pertumbuhan generatif. Defoliasi sebaiknya dilakukan pada masa pertumbuhan vegetatif, karena tidak membahayakan pertumbuhan kembali, kandungan gizinya masih tinggi, kandungan serat kasarnya belum begitu tinggi serta rasanya masih enak (Anonimus, 1989). Pertumbuhan kembali pada rumput merupakan hasil dari kegiatan metabolisme tanaman setelah mengalami defoliasi dan akan mempengaruhi produktifitas tanaman (Setyati, 1979). Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan kembali adalah adanya persediaan bahan makanan berupa karbohidrat dalam akar yang ditinggalkan setelah pemotongan (Sutrisno, 1983).

Kecepatan pertumbuhan kembali sangat ditentukan oleh kadar cadangan karbohidrat tanaman, kesuburan tanah, iklim, penerimaan cahaya, interval pemotongan serta tinggi pemotongan (Isbandi, 1985). Menurut Soedomo, (1994) rumput raja dipotong ketika tinggi 100, 120, 200 cm, interval pemotongan 4-14 minggu atau dipotong tiap 60-90 hari tergantung pada musim. Hasil penelitian yang dilakukan di Australia, pemotongan 0-7 cm diatas permukaan tanah menghasilkan 31,25 ton/ha , dan pemotongan 18-25 cm diatas permukaan tanah hasilnya BK 26,01 ton/ha BK (dalam bahan kering). Menurut BPMPT Departemen Pertanian, (2013) rumput raja mampu menghasilkan 290 ton/ha/tahun dalam bahan segar. Tidak heran teks anekdot sering digunakan dalam pembuatan proposal.

Alat yang digunakan untuk kegiatan ini adalah alat dalam kegiatan budidaya tanaman rumput raja. Alat yang berfungsi untuk mencatat, mengumpulkan dan menyimpan data yang diperlukan yaitu alat tulis kantor, meteran, alat penimbang, kamera dan perekam.
Bahan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah tanaman Rumput Raja (Kinggrass). Data yang diperoleh adalah data luas lahan, waktu penanaman, waktu pemupukan, waktu pemanenan, interval waktu pemanenan dan hasil panen. Inilah penggunaan teks anekdot dalam proposal peternakan yang dapat saya bagikan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *