Ciri Ciri Frasa Dalam Pembuatan Proposal

Ciri Ciri Frasa Dalam Pembuatan Proposal –¬†Dalam pembutan proposal diimbngi dengan ciri ciri frasa. Ciri ciri inilah yang nntinya membuat sebua proposal menjadi lebih bagus. Data primer diperoleh dari hasil pengamatan, penghitungan rata-rata konsumsi pakan sapi/ekor/hari, penghitungan konsumsi Bahan Kering (BK), Protein Kasar (PK), dan Metabolisme Energi (ME) /ekor/hari dan penghitungan persentase sapi yang mengalami kemajiran. Data sekunder diperoleh dari studi literatur, wawancara, recording populasi dan reproduksi sapi heifer. Data populasi sapi diperoleh dari recording sapi secara keseluruhan kecuali pedet, populasi ini untuk menghitung persentase sapi yang menggalami kemajiran. Data gangguan reproduksi, freemartin dan tidak diketahui diperolah dari recording reproduksi sapi heifer.

Ciri Ciri Frasa Dalam Pembuatan Proposal

Proposal ini mengandung ciri ciri frasa yang dibutuhkan dalam pembuatan kalimat kalimatnya. Konsumsi nutrisi dapat dilihat dari recording pemberian pakan, menghitung rata-rata konsumsi pakan, konsumsi Bahan Kering (BK), konsumsi Protein Kasar (PK), dan konsumsi Metabolisme Energi (ME) /ekor/hari. Perhitungan konsumsi BK dengan cara membagi rata-rata konsumsi pakan segar dengan (%) BK pakan. Cara menghitung konsumsi BK menggunakan rumus 3.2. Analisis data untuk tugas akhir ini menggunakan analisis deskriptif yaitu membandingkan antara data yang diperoleh dengan literatur.

Bertujuan untuk membuat deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta yang ada dari hasil analisis yang telah dilakukan, sehingga didapatkan kajian teori dan kenyataan di lapangan agar diperoleh pemecahan terhadap permasalahan yang ada. Menurut Sugiyono (2008) analisis deskriptif yaitu statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan ata yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Inilah sedikit contoh proposal yang engandung ciri ciri frasa. Data selanjutnya dianalisis menggunakan rumus persentase, untuk mendapatkan persentase penyebab kemajiran pada sapi heifer. Rumus persentase.

Perhitungan persentase faktor kemajiran dihitung dengan menggunakan rumus 3.1. Menyiapkan alat dan bahan untuk pengamatan. Mengumpulkan data primer berupa jumlah ternak yang diamati, jumlah pakan yang diberikan, jumlah sisa pakan dan perhitungan persentase sapi yang mengalami kemajiran. Data sekunder berupa recording populasi dan reproduksi sapi heifer. Pemberian pakan dilakukan menggunakan mixer (troliet) pada jam 09.00. pakan diberikan hanya satu kali dalam satu hari, pengambilan sisa pakan diambil pada keesokan harinya dan selanjutnya dilakukan penimbangan pakan sisa, kemudian diberikan pakan kembali. Demikianlah penjelasan ciri ciri frasa dalam pembuatan proposal.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *