Tips Mengatur Jadwal Makan Bayi

Tips Mengatur Jadwal Makan Bayi

Pemberian MPASI harus bertahap,dari lunak,semi padat dan padat. Tahapan ini mengikuti kemampuan kerja organ pencernaannya. Adapun yang harus diperhatikan,antara lain:

9kes.com

1. Mulai Usia 6 Bulan
Mulailah dengan makanan lunak,seperti biskuit yang diencerkan pakai air. Berikan satu keping di pagi hari agar bayi tidak kaget. Hal ini untuk membiasakan alat cernanya menerima makanan lunak.

Kenalkan pula bubur susu dalam jumlah sedikit demi sedikit agar bayi terbiasa dengan teksturnya. Sebaiknya membuat bubur susu sendiri,dari tepung beras yang dicampurkan dengan susu bubuk atau ASI. Berikan pula pilihan rasa lainnya,semisalnya tepung beras merah,tepung kacang hijau,dan lainnya,sehingga anak mengenal rasa dan agar bayi tidak menolak berjenis-jenis makanan nantinya.

Mulailah pemberian buah yang dihaluskan. Misal,pisang yang dikerok,pepaya atau apel yang dijus. Buah harus yang bermutu baik,rasanya manis (tidak asam),serta tidak bergetah dan beraroma menusuk.Tomat sebaiknya tidak diberikan dulu,mengingat ada satu fraksi dalam tomat yang bisa bergabung dengan protein dan memungkinkan timbulnya alergi. Bayi yang punya bakat alergi bisa timbul kemerahan atau bintil-bintil di kulit. Bila terus berlanjut,alerginya bisa jadi asma ataupun eksim. Buah sangat bagus karena mengandung serat,sehingga dapat memperlancar bayi BAB. sumber 9kes.com

Pemberian ASI atau susu formula di sela-sela waktu makan utama. Untuk kebutuhan susu/cairan dihitung dari kebutuhan cairan per usia dan berat badan bayi. Kebutuhan cairan pada usia bayi trimester pertama sekitar 150 cc/hari/berat badan. Trimester kedua sebesar 125 cc/kg BB/hr,dan trimester ketiga 110 cc/kg BB/hr. Contohnya,bayi usia 12 bulan dengan BB 10 kg,kebutuhan cairannya sebesar 110 cc x 10 kg = 1.100 cc atau kurang lebih 1 liter dalam sehari. Tentunya,kalau pemberian ASI sulit dihitung,namun untuk susu formula mudah dihitung,bisa dalam 4-5 kali. Contoh lain, bayi 6 bulan dengan BB 5 kg,maka kebutuhan cairannya 125 x 5 kg = 625 cc. Dibagi dalam 5-6 kali pemberiannya. Saat pemberian makan harus penuh perhatain,lemah lembut dan penuh kasih sayang.

2. Mulai Usia 7 Bulan
Perkenalkan dengan tekstur yang lebih kasar,yaitu bubur tim saring. Sebaiknya,bubur ini dibuat untuk sekali makan,dari bahan beras,hati ayam/sapi dan sayuran. Porsi pemberiannya sedikit demi sedikit. Adakalanya bayi tak mau atau muntah ketika diberikan,namun tetap perlu dicobakan karena proses ini memang harus dilaluinya. Jika tidak,bayi akan malas mengunyah dan hanya mau makan yang halus-halus saja.

Di usia ini,cadangan zat besi yang dimiliki bayi mulai berkurang. Untuk itu,perhatikan asupannya yang dapat diperoleh dari sumber zat besi,seperti hati sapi (sebesar hati ayam). Pada bayi yang punya bakat alergi,pilihlah lauk yang paling baik dari jenis hewan mamalia. Udang,kepiting,ikan,ayam,telur,(yang bukan dari jenis mamalia) berpeluang lebih besar memicu timbulnya alergi.

Setelah secara bertahap pemberian bubur tim saring,bayi bisa diperkenalkan dengan nasi tim tanpa disaring. Lengkapi nasi tim ini dengan sumber protein hewani dan nabati serta sayuran. Sebaiknya nasi buat untuk sekali makan,sebab jika disimpan dan dihangatkan akan mengurangi kandungan gizinya. Hindari pula pemberian nasi tim instan karena dikhawatirkan mengandung pengawet.

Gunakan sedikit bumbu. Misalnya,garam diberikan sedikit saja karena ginjal pun baru berfungsi sempurna di usia 6-7 bulan. Pemberian bumbu sederhana yang alami seperti bawang merah atau bawang putih boleh saja,tetapi cukup sedikit. Untuk merica sebaiknya hindari,sebelum anak sampai berumur 2 tahun. Juga,hindari pula bumbu-bumbu penyedap rasa. Tak perlu khawatir makanan kurang gurih karena bayi belum terlalu menuntut rasa.

3. Mulai Usia 9 Bulan

Mulailah untuk mengenalkan dengan bubur dari beras serta lauk pauk dengan sayuran seperti sup. Di usia satu tahun, anak sudah mulai bisa mengkonsumsi makanan sesuai dengan menu keluarga. Hanya saja, perhatikan kemampuan makan sang anak, misalnya untuk lauk pauk dan buah-buahan dalam potongan kecil-kecil yang bisa langsung masuk ke dalam mulutnya serta mudah dikunyah dan ditelan oleh anak.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *