Model Sepatu Pria Untuk Observasi Lapangan

Model Sepatu Pria Untuk Observasi Lapangan – Kali ini saya akan membagikan beberapa contoh model sepatu pria untuk observasi. Susu sangat mudah terkontaminasi oleh bakteri. Bakteri ini mengakibatkan kerusakan pada susu sehingga tidak layak untuk dikonsumsi. Hernawati (2006) menyatakan bakteri yang mengkontaminasi susu dibagi menjadi dua, yaitu bakteri patogen dan bakteri pembusuk. Bakteri patogen diantaranya Staphylococcus aureus, 4 Escherichia coli, Salmonella sp., sedangkan untuk bakteri pembusuk adalah Pseudomonas sp., dan Bacillus sp. Mikroorganisme dari genus Pseudomonas sp. psikotropik aktivitas metabolik tertinggi pada suhu 4°C sampai 7°C. Capodifoglio (2016) menyatakan penyimpanan susu 12 jam setelah pemerahan sudah positif ada aktivitas lipolytik pseudomonas sp.

Model Sepatu Pria Untuk Observasi Lapangan

Untuk observasi lapangan harus membutuhkan model sepatu pria yang khusus agar aktivitas dapat berjalan dengan baik. Rofi’i (2009) menyatakan penyimpanan sampel susu pada suhu rendah dalam pengujian TPC (<10°C) lebih efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri dan aktivitas enzimatisnya. Capodifogio (2016) dan Laksmi (2008) menambahkan bahwa suhu penyimpanan susu segar yang paling baik yaitu 4°C. Total Plate Count merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menghitung jumlah mikroba dalam bahan pangan. Hijriah (2016) menambahkan bahwa kontaminasi mikroba yang terdapat pada susu dapat diketahui melalui perhitungan TPC. Jumlah TPC susu berkaitan erat dengan sanitasi (Wardiana, 2015). Jumlah koloni dinyatakan dalam colony forming unit (CFU) per gram atau per ml atau luasan tertentu.

Aryana (2011) menyatakan jumlah mikroorganisme yang tumbuh merupakan gambaran populasi mikroorganisme yang terdapat dalam susu. Cahyono (2013) menambahkan bahwa jumlah TPC susu segar disebabkan oleh sanitasi peralatan, kandang dan pemerahan. Proses pencemaran mikroba yaitu adanya mikroba yang tumbuh di sekitar ambing sehingga saat pemerahan bakteri tersebut terbawa dengan susu. Bimantoro (2014) menyatakan keragaman jumlah TPC susu segar disebabkan perbedaan dalam sanitasi peralatan, kandang dan pemerahan. Tridjoko, dkk. (2009) menyatakan faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah TPC adalah sanitasi kandang, pembersihan alat pemerahan dan penampungan susu, dipping puting, kesehatan sapi perah, sanitasi tempat proses dan pembersihan tangki susu. Inilah model sepatu pria untuk observasi lapangan.

Wijiastutik (2012) menambahkan bahwa TPC dipengaruhi oleh kesehatan dan kebersihan sapi dan 5 hygiene pemerah pada saat memerah. SNI (2011) mensyaratkan pemeriksaan TPC perlu dilakukan untuk mengetahui kualitas susu dengan standar yaitu 1×106 CFU/ml. Suwito (2010) menambahkan bahwa jumlah TPC lebih besar dari 1×106 CFU/ml menyebabkan mikroba cepat berkembang dan toksin sudah terbentuk. Demikianlah model sepatu pria yang dapat saya bagikan. Terima kasih.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *