Paradise Papers, 13 Juta Dokumen Skandal Pajak Bocor ke Publik

Paradise Papers, 13 Juta Dokumen Skandal Pajak Bocor ke Publik

Dokumen keuangan dalam skala besar, berjumlah sekitar 13,4 juta, bocor ke publik. Bocoran yang dinamakan Paradise Papers (dokumen surga) itu mengungkapkan bagaimana orang superkaya, termasuk Ratu Elizabeth, diam-diam berinvestasi di luar negeri, di mana surga pajak (tax haven) berada.

Seperti Panama Papers, dokumen-dokumen itu didapat surat berita Jerman, Süddeutsche Zeitung, yang lalu memohon International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) untuk lakukan investigasi dengan lebih detil.

BBC Pemandangan serta Guardian termasuk juga dalam 100 lebih media yang menginvestigasi dokumen-dokumen itu.

Beberapa dokumen yang sudah dibocorkan pada Minggu, 5 November 2017 baru beberapa kecil, yang membuka skandal pajak serta keuangan — dari beberapa ratus orang serta perusahaan yang namanya dimaksud dalam data.

Beberapa pebisnis paling besar didunia, kepala negara, serta tokoh global dalam bagian politik, hiburan serta berolahraga disangka kuat membuat perlindungan kekayaan mereka di beberapa tempat rahasia, dengan memakai tax havens (suaka/surga pajak) di beberapa negara.

Seperti diambil dari BBC, Senin 6 November 2017, terkecuali Ratu Elizabeth, ada juga juga nama Menteri Perdagangan dalam kabinet Presiden Donald Trump, Wilbur Ross, yang dimaksud mempunyai saham di perusahaan yang lakukan transaksi dengan pihak Rusia yang dikenai sangsi oleh Amerika Serikat. Presiden Kolombia, Juan Manuel Santos ada juga dalam daftar.

Diluar itu, pembantu dekat PM Kanada juga dihubungkan dengan skema offshore yang punya potensi merugikan juta-an dolar uang negara dari pajak. Skandal itu meneror akan membuat malu Juicetin Trudeau, yang waktu kampanye menjanjikan penutupan tax haven.

Stephen Bronfman, yang namanya dimaksud dalam Paradise Papers, yaitu ketua penggalang dana kampanye Perdana Menteri Kanada Juicetin Trudeau.

Seperti diambil dari Haaretz, nama beberapa profil dari Indonesia juga masuk di dalamnya.

ICIJ lalu mengunggah beberapa laporan awal dari dokumen itu dalam situs elektronik mereka offshoreleaks. icij. org. Organisasi itu mengatakan, dokumen yang dilaunching cuma beberapa kecil dari keseluruhnya yang ada. Sebagian minggu yang akan datang, beberapa besar sisa dokumen juga akan selekasnya dilaunching lewat website mereka.

Launching awal dokumen tunjukkan, 120 ribu individu serta entitas usaha itu memakai skema finansial kompleks yang dirahasiakan dibalik selimut susunan dana perwalian, yayasan, serta perusahan cangkang (shell/front companies).

Baca Juga: Cara mencetak dokumen

Saat ini, semua dokumen itu buat beberapa pihak mempertanyakan transparansi arus finansial beberapa profil yang namanya terdaftar dalam Paradise Papers.

Dokumen itu juga menyebabkan timbulnya sangkaan tax evasion serta tax avoidance yang mungkin saja dikerjakan oleh ke-120 ribu individu dan entitas usaha itu.

Meskipun demikian, seperti diambil dari BBC, beberapa besar transaksi itu tidak tidak mematuhi hukum.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *